Barusan saya nonton tv
Saya tengah liburan di suatu kota di Jawa Tengah berinisial S belakangnya O dengan huruf kedua O dan selanjutnya L, pasti pada gak tau deh (pentingkah?) Ketika sudah malam, di hotel saya nonton tv yang tadinya menayangkan Warkop DKI (gak usah ngecakin deh, daripada sinetron?) lalu diganti channelnya ke tayangan film asing bertema perang salib.
Bukan perang salib yang mau saya bahas-meskipun saya tahu itu menarik-tp breaking news yang memotong tayangan film itu.
"Sekelompok warga bentrok dengan supporter Persita di Jalan Tol Jakarta-Merak."
Dalam liputan yang singkat itu dipertontonkan adegan bocah remaja usia belasan yang jumlahnya mewakili orang sekampung, dilempari-atau melempari, tidak jelas- dengan kelompok remaja lainnya yang berlaga dalam nuansa kostum ungu.
Adegan berikutnya pun tidak kalah ngenesnya, ribuan kendaraan mengantri panjang, sampai puluhan km selama 3 jam.
Yaampun kalo otak cetek saya ini boleh mikir, kenapa sih sampai segitunya? Benarkah rasa cinta yang berlebihan terhadap sesuatu akan menimbulkan kekacauan yang sebegitu lebaynya? Mungkin mereka hanya tidak tahu apa yang mereka lakukan, mungkin. Yang mereka tahu hanyalah, mereka sedang membela apa yang mereka yakini, dan mereka membenarkan itu. Atas nama kebebasan.
Saya pikir kenyataan yang menyedihkan ini tidak kurang dari ceteknya pendidikan moral. Memang, remaja konon katanya (sakitnya karna diguna-gunaaa, dengan segelas air putih.. eitt out of topic lg) masih disetir oleh gejolak emosi. Salahkan saja masa pubertas, salahkan saja emosi, salahkan saja "saya tadi khilaf". Kan enak ada kata "maaf" dan "khilaf". Salah dikit, tinggal bilang "sori", salah banyak, tinggal bilang "maaf, gak maksud", nyekek orang tinggal bilang "saya gelap mata, saya tadi khilaf"
Jadi, singkatnya mari kita jadikan "gabut" sebagai kambing hitam. Lho kenapa gabut? Ya, gabut akronim dari gak butuh atau gaji buta. Intinya nganggur, kurang kerjaan.
Kemalasan, yang diraja-rajakan oleh kaum muda sekarang, ternyata bisa jadi kutil yang berbahaya. Karena kurang kerjaan atau malas, jadi nongkrong-nongkrong, ngobrol ngalor ngidul kalo kelamaan berpotensi menciptakan budaya spik doang- no action talk only. Dari nongkrong jadi ngopi, lama-lama ngerokok, bir juga diembat. mabok? Urusan belakangan. Tidak ada sesuatu yang menambah nilai etika, moral, nurani, bahkan intelektual. Tidak ada ruang di otak dan hati kita untuk itu semua dan akhirnya emosi yang menguasai. Slek dikit maunya bener terus, maunya menang, maunya didengerin tapi tidak menciptakan solusi.
Terus emangnya harus apa? Masa belajar?
Yee sempit amat sih dunia lu. Gua aja yang cetek begini bisa mikir dikit. Belajar kan fleksibel. Belajar dgn buka buku dan nulis-nulis mah udah dr jaman kompeni. Apa yang harus kita lakukan adalah, buka mata, hati, telinga.
Sensitiflah, bukan terhadap diri sendiri tp terhadap perasaan orang lain dan lingkungan sekitar. Tetap sadar dan get real. Dunia ini bukan khayalan, khayalan hanya stimulan supaya dunia lebih bergairah. Sadarlah apa yang akan dilakukan. Think twice, think before act, dan banyak slogan lainnya.
Terakhir, barusan saya lihat iklan ketik reg spasi. Benar-benar iklan yang luar biasa bodoh, lebih bodoh lagi yang mengikutinya.
Oiya akhir2 ini posting saya banyak mengkritik karena pengaruh dari seseorang yang rajin mengirimkan notes sejenis dari fb, yang benar2 menginspirasi. Saya yakin orang itu akan membaca posting ini. Thankyou!
Monday, December 28, 2009
Monday, December 21, 2009
Mahameru dan Jayawijaya (sekilas)
Sunday, December 20, 2009
Social Networking Sekarang
Hooy saya baru bikin twitter lho
Bangga sih pertamanya, saya juga heran kenapa saya jadi pengen ngeksis di dunia maya gini padahal sebelomnya amit-amit blog aja sampe gak keurus gini.
Alasan utamanya adalah:
1. Dibujuk oleh 2 buntelan cantik yang bisa ngomong dan satu sekolah sama saya, Angela Marvella Perwirasari Kadiaman a.k.a Ella dan Edlyn Vania a.k.a Acong, enggak deng Elin maksudnya. Jadi intinya duo El ini membujuk saya bikin twitter biar lebih gampang tukar informasi dan biar saya lebih up to date tiap harinya
2. Karena saya penasaran aja twitter kayak apa
3. Mencari time killer baru selain tidur-tiduran dan bengong di wc
Dan ta-daah saya udah dibikinin oleh buntelan cantik ke-2 yaitu Elindseylohan. Seminggu pertama, seru sih karena berasa ngobrol rame-rame dan bisa bercandaan. Seminggu kedua, ugh isinya curcolan orang semua. Jadi males.
Saya jadi rajin update karena hp blekberak yang menggantikan nokia yang tewas di lobang wc :'( rest in peace, dear.
Lama-lama ter-annoyed juga dan jadi menghapus aplikasi twitter instan di blekberak saya. Gila males banget ngeliat orang update status cuma buat "mau potong poni gak ya?" atau "lagi bosen", so unimportant dude. Maaf ya yang tersinggung, saya bukannya benci tapi seandainya saya boleh bilang, tolong, ini public site.
Ternyata setelah beberapa lama banyak juga yang setuju kalau update yang terlalu sering dan gak penting itu menyebalkan, salah seorang pengguna twitter yang saya follow menampang status "Please dont make too much disturbition by updating unimportant status too often!" bravo, bung!
Terus lagi, update status fb juga kadang-kadang bikin gatel mata. Ngata-ngatain orang di status dengan tujuan supaya si objek status membaca, padahal dia tahu kalo statusnya itu bakal terselip di antara ratusan, bahkan ribuan update status lainnya. Kemungkinan untuk dilihat si "yang dituju" adalah 1000:1, itupun kalau dia membuka fb serajin buang air kecil. Udah gitu, yang paling bikin geli lagi adalah, si penulis status me- like this sendiri statusnya, pede jaya, bu!
Saya juga risih dengan ajang basa-basi atau kenalan di fb atau twitter. Alasan ini yang membuat malas meng-confirm friend request. Saya tipe orang yang lumayan old-fashioned, tidak percaya dengan kenalan di dunia maya, terlalu beresiko.
Terus kenapa saya masih lari-lari di ajang twitteran atau facebookan? Yaa, once you get in, you'll never get out. Bisa saja sih saya tutup semua account saya, tapi DEMI FORMALITAS dan setidaknya tidak menjadi kaum yang awam banget dalam social networking dalam internet, saya pertahankan account saya. Buat asik-asikan aja kata lainnya. Tidak lebih. Saya nulis ini pun sebenarnya saya juga pernah melakukan itu. Fenomena curcol dalam social networking bukan hal yang tidak pernah saya rasakan. Memang itu sebenarnya fungsi sampingan dari social networking tetapi alangkah baiknya apabila tidak mengganggu orang lain (yang sok tahu dan menyebalkan, tidak lupa katronya- seperti saya)
Bangga sih pertamanya, saya juga heran kenapa saya jadi pengen ngeksis di dunia maya gini padahal sebelomnya amit-amit blog aja sampe gak keurus gini.
Alasan utamanya adalah:
1. Dibujuk oleh 2 buntelan cantik yang bisa ngomong dan satu sekolah sama saya, Angela Marvella Perwirasari Kadiaman a.k.a Ella dan Edlyn Vania a.k.a Acong, enggak deng Elin maksudnya. Jadi intinya duo El ini membujuk saya bikin twitter biar lebih gampang tukar informasi dan biar saya lebih up to date tiap harinya
2. Karena saya penasaran aja twitter kayak apa
3. Mencari time killer baru selain tidur-tiduran dan bengong di wc
Dan ta-daah saya udah dibikinin oleh buntelan cantik ke-2 yaitu Elindseylohan. Seminggu pertama, seru sih karena berasa ngobrol rame-rame dan bisa bercandaan. Seminggu kedua, ugh isinya curcolan orang semua. Jadi males.
Saya jadi rajin update karena hp blekberak yang menggantikan nokia yang tewas di lobang wc :'( rest in peace, dear.
Lama-lama ter-annoyed juga dan jadi menghapus aplikasi twitter instan di blekberak saya. Gila males banget ngeliat orang update status cuma buat "mau potong poni gak ya?" atau "lagi bosen", so unimportant dude. Maaf ya yang tersinggung, saya bukannya benci tapi seandainya saya boleh bilang, tolong, ini public site.
Ternyata setelah beberapa lama banyak juga yang setuju kalau update yang terlalu sering dan gak penting itu menyebalkan, salah seorang pengguna twitter yang saya follow menampang status "Please dont make too much disturbition by updating unimportant status too often!" bravo, bung!
Terus lagi, update status fb juga kadang-kadang bikin gatel mata. Ngata-ngatain orang di status dengan tujuan supaya si objek status membaca, padahal dia tahu kalo statusnya itu bakal terselip di antara ratusan, bahkan ribuan update status lainnya. Kemungkinan untuk dilihat si "yang dituju" adalah 1000:1, itupun kalau dia membuka fb serajin buang air kecil. Udah gitu, yang paling bikin geli lagi adalah, si penulis status me- like this sendiri statusnya, pede jaya, bu!
Saya juga risih dengan ajang basa-basi atau kenalan di fb atau twitter. Alasan ini yang membuat malas meng-confirm friend request. Saya tipe orang yang lumayan old-fashioned, tidak percaya dengan kenalan di dunia maya, terlalu beresiko.
Terus kenapa saya masih lari-lari di ajang twitteran atau facebookan? Yaa, once you get in, you'll never get out. Bisa saja sih saya tutup semua account saya, tapi DEMI FORMALITAS dan setidaknya tidak menjadi kaum yang awam banget dalam social networking dalam internet, saya pertahankan account saya. Buat asik-asikan aja kata lainnya. Tidak lebih. Saya nulis ini pun sebenarnya saya juga pernah melakukan itu. Fenomena curcol dalam social networking bukan hal yang tidak pernah saya rasakan. Memang itu sebenarnya fungsi sampingan dari social networking tetapi alangkah baiknya apabila tidak mengganggu orang lain (yang sok tahu dan menyebalkan, tidak lupa katronya- seperti saya)
Sunday, November 29, 2009
The Strokes - What Ever Happened? lyrics
I want to be forgotten,
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
I wanna be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
Oh dear, is it really all true?
Did they offend us and they want it to sound new?
Top ten ideas for countdown shows...
Whose culture is this and does anybody know?
I wait and tell myself "life ain't chess,"
But no one comes in and yes, you're alone...
You don't miss me, I know.
Oh Tennessee, what did you write?
I come together in the middle of the night.
Oh that's an ending that I can't write, 'cause
I've got you to let me down.
I want to be forgotten,
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
I want to be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet...
From the album "Miscellaneous"
copied from www.azlyrics.com
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
I wanna be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
Oh dear, is it really all true?
Did they offend us and they want it to sound new?
Top ten ideas for countdown shows...
Whose culture is this and does anybody know?
I wait and tell myself "life ain't chess,"
But no one comes in and yes, you're alone...
You don't miss me, I know.
Oh Tennessee, what did you write?
I come together in the middle of the night.
Oh that's an ending that I can't write, 'cause
I've got you to let me down.
I want to be forgotten,
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.
I want to be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet...
From the album "Miscellaneous"
copied from www.azlyrics.com
Dear Elin (on Monday, Nov 30th)
wei, I've read your post
sayangnya keliatannya komputer gua minta diajak ribut krn gak bisa post comment
well comment yg mau gua post cuma :
:'( yasudahlah bu memang lebih baik nyampah di sini
dan yang lain-lainya mgkn kita bicarakan di sekolah oke
semoga dgn memposting curcol lu itu beban lu bakal lebih enteng
Life is about pain, pal. Just enjoy it.
Okay that's quote of the day
sayangnya keliatannya komputer gua minta diajak ribut krn gak bisa post comment
well comment yg mau gua post cuma :
:'( yasudahlah bu memang lebih baik nyampah di sini
dan yang lain-lainya mgkn kita bicarakan di sekolah oke
semoga dgn memposting curcol lu itu beban lu bakal lebih enteng
Life is about pain, pal. Just enjoy it.
Okay that's quote of the day
Don't Read This If You Don't Want To
My life these days is getting harder
I can't stop thinking about anything at anywhere and anytime
Seems like my brain starts to get more critical
Well so far I can conclude that I want a new life
I'm tired of thinking what I've done in past
What was my fault, whom I did wrong to, etc
I'm tired of marking myself as "imperfect", maybe not perfect at all, even not close at all to the word "perfect"
Nobody's perfect huh?
I tried to be optimist, tried to look like my life is just great
In fact I'm working on it, fixing all the wound that my past had left to me
Erasing the bloody traces in my heart, soul and mind
Love life, school, friends, family
they are getting flat
Don't take this seriously, I just can't find any place to blame
Maybe this is just teenager hormonal impact.
I can't stop thinking about anything at anywhere and anytime
Seems like my brain starts to get more critical
Well so far I can conclude that I want a new life
I'm tired of thinking what I've done in past
What was my fault, whom I did wrong to, etc
I'm tired of marking myself as "imperfect", maybe not perfect at all, even not close at all to the word "perfect"
Nobody's perfect huh?
I tried to be optimist, tried to look like my life is just great
In fact I'm working on it, fixing all the wound that my past had left to me
Erasing the bloody traces in my heart, soul and mind
Love life, school, friends, family
they are getting flat
Don't take this seriously, I just can't find any place to blame
Maybe this is just teenager hormonal impact.
Sunday, October 18, 2009
Pangandaran Beach and Green Canyon



One of the most beautiful site of Indonesia (even though it is not so popular as Bali), located on West Java. Counted as South Coast of java, takes approximately 5 to 6 hours by car from Jakarta.
Hotels are provided along the beach, the qualities are very various. But the views are the same. The atmosphere feels traditional, friendly, soothing and relaxing. Seafood served at its best freshness and taste. Oddly, one of the most popular dish at Pangandaran is Mie Bakso or meat ball noodle, which is a very common dish at Jakarta. You can find Mie bakso nearly every 100 meters.
How about beach activities? First I thought swimming, snorkeling, surfing or other beach activities were allowed around the beach area in front of hotels area. in fact, tourists must cross the sea to find a nice beach area, which is safe enough for beach activities. On the other side of Pangandaran Beach, there is beautiful white sand beach area, covered by protected forest. You can see breathtaking view of vast rocks and high cliffs and sometimes waterfalls. The forest has its own interesting enchants. Monkeys live freely as in their original habitat. Also there are natural caves which have myths about the shapes of the rocks inside it. The biggest pleasure is the beach activities for sure. Enjoy anything you can do in the beach, the sea is clean and quite safe for any beach acyivities. You can meet and greet such colorful fishes by snorkeling. Overall, the rates of accomodation in Pangandaran are relatively cheap instead of other tourist destination in Indonesia such as Bali, Lombok, Manado and others. Just spare extra money for irresistible souvenirs or even ATV riding and bike rentals.
What's more about Pangandaran? Visit Green Canyon. Once again, GREEN CANYON not Grand Canyon. Explore the green river by motor boat and swim against the stream which surrounded by waterfall to challenge your adventurous spirit.
What's so unique about Green Canyon is, the color of the water is quite rare. It is turqouise-greenish but still gorgeously clear, and it may be caused by the algae in the river. To swim through the stream is safe enough because you will guided by experts, so don't worry about drowning or if you can't swim.But still, stay alert and careful while swimming because the life jacket makes you easily swim according to the stream. Even it sounds risky, I can guarantee it would be a great experience to explore Green Canyon. Feel the beauty by yourself!
pictures taken from http://tamasya.wordpress.com/2008/04/17/our-next-trip-green-canyon-indonesia/
Sorry about the picture quality, the real place is hundred times better that these :)
Subscribe to:
Posts (Atom)




