Sunday, February 24, 2013

RAGUNAN ZOO! BOO-YAH!

Hai haiii aduh sudah lama sekali niii gak nulis blog hehehe :P Saya jadi tergerak untuk nulis lagi sejak orang kesayangan saya mau mulai ngeblog (hihihi semangat ya dear, welcome to the club!)

Anyway, berhubung libur semester dan di sela-sela kesibukan mengejar cita-cita, saya dan kesayangan (sebut saja Tupai) jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan. Awalnya dia yang mengajak, mengingat keprihatinannya akan lemahnya ingatan masa kecil saat pertama kali ke sana, padahal dia yang rumahnya dekat dengan bonbin itu.

Langsung deh hari Jumat di pertengahan Februari ini kami cabut ke bonbin dan sampai di sana sekitar pukul 9.00. Pagi banget? Enggak loh! Ternyata KBR buka dari pukul 07.00-18.00! Saya heran dan Tupai lebih heran lagi karena tiket masuknya cuma Rp 4.000,-/ orang dewasa! Yakampun bisa kali ya Tup, kita jalan-jalan ke bonbin tiap hari, ckckck.

Pertama kali masuk, kami lihat-lihat peta yang terpampang di depan Pintu Utara (lupa yang ke berapa). Soalnya nggak disediain peta untuk dibawa-bawa sih, jadi harus difoto deh tuh papan petanya. Waah ternyata luas banget si bonbin ini, koleksinya banyaak banget tidak termasuk Pusat Primata Schmutzer. Udaranya juga enak banget, nggak heran banyak juga orang yang dateng pagi-pagi buat olahraga di sana.
Peta Kebun Binatang Ragunan

Kami menghabiskan sekitar 1,5 jam-an untuk melihat-lihat binatang koleksi bonbin ini di sayap barat. Ada Pelikan, Gajah, Kangguru, Burung Onta, dan Komodo. Mungkin ada beberapa lagi tapi sayangnya kami nggak ketemu karena sistem navigasi yang agak-agak. Terus kami langsung cari main attractionnya, yaitu Pusat Primata Schmutzer.

Secara kualitas dan kuantitas, primata di PPS tergolong banyak dan terawat. Ohya, PPS ini buka dari pukul 09.00-16.00. Harga tiketnya Rp 6.000,- sahajaa. Saya dan Tupai terkagum-kagum dengan tingkah 'saudara jauh' kami itu. Tingkah mereka lucu-lucu, ketika kami datang, sepasang owa dengan energiknya berlompatan sambil bersahut-sahutan, dan kami kemudian menyadari ada pola yang teratur dalam sahutan tersebut, kalo diperhatikan jadi seperti sebuah lagu. Pintar sekali ya mereka :) Ada juga pasangan ibu-anak orangutan yang sedang menyusui dan bermain, beruntungnya kami, hari itu lumayan sepi jadi binatang-binatang itu tidak risih dengan pengunjung, malah kami didatangi oleh orangutan tersebut. Aduh puas banget deh melihat mereka, kalo kata Tupai, jalan-jalan ke bonbin ini sangat relaxing, selain udara dan tempatnya yang asri, binatang-binatang itu pun sangat menarik untuk diperhatikan :)
Pusat Primata Schmutzer

Jangan khawatir ketika lapar menyerang, soalnya pilihan makanan di sana sangat beragam. Warung-warungnya menjual berbagai makanan seperti Soto, Nasi Goreng, Gado-gado, Bakso, Sate, Mie Ayam,  dan lain-lain dengan harga yang relatif terjangkau (Rp 10.000-30.000,-).

Sayap Timur pun kami jelajahi, meskipun seluruhnya karena kaki tidak sekuat niat (kami jalan sampai jam 3-an) dan cuaca pun sedang hujan-reda-hujan-reda. Kami sempat melihat Binturong, Ular, Ikan Air Tawar, Beruang Madu, Burung, Kelelawar, Buaya, Kuda Nil, Macan Tutul Srilanka, daaaannn RAKUN! Saya bahagia banget closingnya adalah lihat rakun, soalnya rakunnya tambun banget dan kalo jalan aaaaaaaa minta dipelukkk! Nggemeshin banget hihihi :P

Transportasi ke Ragunan relatif mudah jika Anda adalah pengguna bis Transjakarta. Shelter Busway Ragunan ada di kawasan parkiran KBR jadi mudah untuk menjangkaunya. Ada pangkalan taksi juga bagi yang memilih naik taksi. Untuk kendaraan umum lainnya, ada Kopaja 19 dari Tanah Abang dan Blok M, Metromini 77 dari Blok M, Kopaja 602 dari Kampung Melayu, Angkot (KWK) merah 15A dari Taman Mini Indonesia Indah. Banyak kan?

Di dalam area KBR, banyak fasilitas yang tersedia, seperti penyewaan sepeda, naik mobil kereta, menunggang kuda/ gajah, kamar mandi (biasanya dipungut biaya lagi), parkiran motor, area piknik, dan pelayanan kesehatan. Paling ideal sih ya naik sepeda sepertinya, bisa keliling-keliling dan hemat waktu.Namun sayangnya, kami nggak sewa sepeda karena mungkin lagi hari kerja, nggak ada sepeda yang terpampang untuk disewakan :'(.

Saran aja nih, untuk menikmati pengalaman maksimal jalan-jalan di KBR:
1. Bawa topi (menghindari terik matahari, benda asing yang bisa jatuh ke kepala misal uret buru :/dibaca cadel/:), payung, tisu, kamera, bekal air minum (ya kit bepergian standar)
2. Pilih weekdays dan kalo suka sih musim hujan, supaya nggak terlalu ramai dan nggak panas. KBR beda sekali kalau lagi weekend, banyak sampah, orang jualan di mana-mana, banyak perilaku yang nggak menyenangkan terhadap binatang misal, melempari binarang dengan makanan atau bahkan sampah, mengganggu binatang- yah hal-hal semacam itulah.
3. Jangan lewatkan penyewaan sepeda... Hemat tenaga dan waktu :)
4. Jangan lewatkan Pusat Primata Schmutzer!
5. Kalau nggak suka pedas, bilang ke pramusaji warung "jangan pakai cabai", karena standar pedasnya orang sana cukup tinggi (true story)
6. Kompas dan kamera (untuk memoto peta), Anda bisa tersesat di luasnya KBR (dan sayangnya waktu itu nggak banyak satpam/ petugas yang bisa ditanyain jalan)
7. Datang cukup pagi supaya puas muter-muternya (ideal jam 8-9 pagi)

Yak sekian saja laporan saya mengenai Kebun Binatang Ragunan. Syukurlah bonbin ini masih terawat dengan baik dan layak dikunjungi oleh masyarakat. Yuk kita sama-sama jaga tempat ini supaya bisa terus jadi tempat rekreasi plus pelestarian binatang :)


Tuesday, December 21, 2010

Pulang

Dan lalu...
Rasa itu tak mungkin lagi kini
Tersimpan di hati
Bawa aku pulang, rindu!
Bersamamu!

Dan lalu...
Air mata tak mungkin lagi kini
Bicara tentang rasa
Bawa aku pulang, rindu!
Segera!

Jelajahi waktu
Ke tempat berteduh hati kala biru

Dan lalu...
Sekitarku tak mungkin lagi kini
Meringankan lara
Bawa aku pulang, rindu!
Segera!
Dan lalu...
O, langkahku tak lagi jauh kini
Memudar biruku
Jangan lagi pulang!
Jangan lagi datang!
Jangan lagi pulang, rindu!
Pergi jauh!

Dan lalu...
Dan lalu...

Artist: Float
Gladly found you, at last.

Thursday, July 15, 2010

MOS 2010

Akhirnya MOS angkatan 24 selesai juga, proficiat untuk teman-teman angkatan 24 :D
Jangan pernah dilupain semangat hidup di Gonz, selamat bersenang-senang di sini!

Ingat yang terpenting adalah proses

Jadi berproseslah bersama komunitas ini, nikmati dinamikanya
And keep your mind opened :) :)

VISIT THIS

Here's for the ones who's searching for talents in fiction literature.
Let these people bring you into a beautifully imaginative world

http://suncreano.blogspot.com/

a must visit one

Thursday, June 17, 2010

byebye twitter

on twitter: @mariaandisa sudah tidak aktif lagi teman2, mohon di unfollow

sekedar curcol aja sih, twitter no longer beneficial for me.
Gimana enggak, baru buka udah tweet macem-macem, antara lain:
"liat aja lu nanti, beraninya ngatain di twitter!!" <-- padahal sendirinya jg marah-marah di twitter
dan tweet lainnya yang senada berupa ejekan, sindiran, marah-marah, keluhan tak bermakna dll

pengetahuan awal saya tentang manfaat twitter terbukti melesat jauh
1. dengan twitter, kita bisa mengetahui berita terbaru dengan cepat.
gak ada sumber berita yang lebih lengkap daripada tv, radio, maupun situs berita online
2. dengan twitter, kita bisa ngobrol dan kenalan sama banyak orang.
all hail Mark Zuckerberg and his brilliant creation: FACEBOOK!

udah ada hp, bahkan teknologi canggih yang menghipnotis orang-orang dan terkenal dengan julukan "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat": blekberak. e-mail untuk transfer data, komunikasi dengan teman/kerabat di tempat yang jauuh, atau chatting.

intinya ya, get real aja deh, dunia maya jangan sampe rancu sama dunia nyata.
komunikasi langsung itu irreplaceable

Tuesday, May 11, 2010

Both of Our Way

I'm here, under the roaring rain
You're there, forgetting your past's pain
We'll never figure out what will happen
We don't know what's going on

You just trying to be honest
I'm working to accept these all
We'll never figure out what will happen
Just let it flow

**Maybe we're not belong together
And don't use to walk in the same path
This ain't anybody's fault
We both just gotta find
Our own way

Time's passed, and things are going hard
I stand, but my feet are shaking great
I wonder would you feel the same with me?
Thinking for a second chance and it's a worth try

But everytime I drive my mind
I think it's wrong
But everynight I close my eyes
I pray so I could move on

Working on minor chords, mellow tunes, or I'd like to make it reggae rather than jazz
But I want to add some energize seasoning

Monday, March 15, 2010

Remember These?

not to mention that I didn't move on, just a flashback, bring that old laughs up

Lidi- panjang, asin, seceng

Teriyaki- rebutan, kenyang, 7 ribu sampe ceban tapi tetep setia

Nyak- fresh, unik, orisinalitas PL 44, bu dewi

Kedai PL Cup- korup, rame, enak, praktis, minyak tumpah kemana-mana

Cabut- asik, ngilangin bosen, KERJA!!!

Hamburger- tumpang tidih, 10 tingkat- sekelas juga sikaat, men only, ribut, rame

Aula- kejar-kejaran, matras, gitar, makan, gossiiipp

Lapas- bola, basket, tribun, lapangan rumput, jogging track

PL CUP X- nangis, stress, ketawa, bangga, menang, kalah, ID Card, maroon- abu abu, closing, pelukan :’)

Toilet- ngaca, pipis, boker dan lain-lain, “petasan”…

Ujian praktek- grogi, stress, gak bosen, jadwal gak tetap, or, seni, musikalisasi, story telling

17an- lomba, tarik tambang!, merah putih, upacara, paskibra, belut lepas

Bel sekolah- annoying, Padamu Negeri, Sayonara

Peltam- selasa-kamis, pulang sore, nongkrong sampe sepi, masuk telat karna makan

Indomie- murah, kenyang, praktis, cepet, gak sehat

Soto heri doni- bacot tapi sotonya enak, daging atau ayam, bisa ngutang hehehe

Ujang- jesus (jeruk susu), estee, blewah, bisa ngutang juga, ngasih kembalian seenak jidat

To Do List

- latian nyari duit sendiri
- rapiin kamar
- forgiving myself
- menyelesaikan to do list sebelumnya
- menyelesaikan "itu"
- jadi cewek yang sebenarnya

- forgiving him and his faith

Pantai Natsepa

http://fc00.deviantart.com/fs45/i/2009/088/8/4/natsepa_beach__by_kLvinphotography.jpg
source: http://fc00.deviantart.com/fs45/i/2009/088/8/4/natsepa_beach__by_kLvinphotography.jpg

PHEW what an ocean!
Natsepa beach is located in Ambon, Moluccas. Its clear water, according to the locals, can heal sort of diseases such as influenza, fever, or skin disease. If we sink ourselves in the sea about 1 hour then the the stream will take over the illness.

Natsepa is on the edge of Suli Village, Salahutu, Central Moluccas. To reach Natsepa, just head to Terminal Besar and choose the route to Suli with only Rp 5.000. The journey takes about 30 minutes. However, personal transportation will only take 20 minutes on the road.

Visitors can do sunbathing or just chilling out there. The wave is never too high so swimming is definitely allowed. Either way, visitors can ride a boat for 10-15 minutes go around Natsepa beach. Never feel worried about the fees or accommodation, Natsepa is designed for a casual vacation.

Don't leave Ambon without tasting "Rujak", pieces of mixed exotic fruits with spicy peanut sauce. A perfect match with the hot beach! Snacks also sold around Natsepa, such as sweet potato, fried cassava or banana. For a big meal, enjoy seafood fresh from the sea, the price can be down to Rp 5.000/ fish!

Natsepa would be a perfect refreshment, especially for citizens who never get a peaceful rest. Pull out the routines and get ready to enjoy a great experience!

Wednesday, February 24, 2010

2 am

ternyata, lebih penting punya rasa nyaman dalam diri seseorang
daripada punya semuanya.

Sudah sekitar 7 bulan saya bisa berbangga diri disebut anak SMA
Awal-awal emang semangat, tapi terus menciut-ciut-ciut akhirnya kempes
Banyak hal yang ingin saya kejar, terutama akademis
doktrin kaku yang tertanam di benak saya adalah:

SMA cuma bentar, 3 tahun, abis itu kuliah
kalo SMA aja jeblok, mau ke mana neng?
Lampu merah udah penuh


namun makin ke sini, ternyata tambah rumit
bertahan di SMA, nggak semudah dan sesimpel itu
lirik kanan-lirik kiri, puas punya nilai bagus doang?

masih mencari arah, masih tersesat
masih cengo, ngeblank
otaknya skip banget nih lama-lama syntax error

ipa= ilmu pengetahuan akuntansi
ips= ilmu pengetahuan sains

jangan gebukin saya, itu lawakannya Elin lho

Tuesday, February 2, 2010

The Invention of Lying

What if the whole world can only tell the truth?

http://gaviano.files.wordpress.com/2009/10/the-invention-of-lying-movie-poster.jpg

Yak film ini memang menggambarkan dunia tanpa kebohongan, semua orang bisa ngomong jujur apa adanya. Dan enggak ada kata "bohong" di dalam kamus mana pun.

Mark Bellison (diperankan oleh Ricky Gervais) adalah orang pertama yang bisa berbohong, kejadiannya saat dia mau ambil uang di bank untuk bayar sewa apartemen. Tadinya dia cuma punya 300 dollar tapi entah apa di otaknya membuat dia bilang bahwa ada 800 dollar di rekeningnya. Ajaibnya, si teller bank mengiyakan dan waktu dicek di komputer, dia bilang ada kesalahan teknis. Dapet deh itu 800 dollar buat bayar sewa.

Setelah itu di makin rajin bohong, but only the white lies. Kebohongan terbesarnya adalah, "After you die, you will go to the most wonderful place ever, where you can meet all whom you love and be young again" kepada ibunya yang udah sekarat. Si ibu percaya dan akhirnya dia meninggal dengan tenang.

Setelah itu, ternyata omongannya tentang afterlife itu tersebar sampai luas sebagai pelopor orang yang tahu tentang afterlife. Tentu saja dalam konteks ini nggak dikenal surga atau neraka.

Pada akhirnya si Mark Bellison ini jadi kaya dan hidupnya berubah, tapi yang gak berubah cuma satu yaitu lovelifenya.

Film ini happy ending kok, lumayan lucu dan nilai moralnya tinggi. The truth is not always good, but lies make it better. Itu yang saya tangkap dari film ini. Humornya lumayan karena, bayangin aja, semua orang gak bisa boong, ditanya apapun pasti jawabnya jujur. Ironis ya, saking banyak kebohongan dalam hidup kita, jujur itu jadi sesuatu yang cukup rare untuk jadi tontonan.

New Header

heeyy long time no blogging!

fyi, header di atas adalah bikinan seorang mahkluk kreatif berkacamata dan namanya di dunia maya adalah gluethegloom. Lucu kan ya namanya? emang kreatif tuh orang. buktinya buku geografinya dia aja udah bikin gua jatuh cinta setengah mati karena terlalu menghibur dan akhirnya sukses membuat gluethegloom jadi tumbal dimarahin tompel radar (ups curcol)

so, thankies gluethegloom!

Monday, December 28, 2009

Tulisan Untuk Membunuh Waktu

Barusan saya nonton tv

Saya tengah liburan di suatu kota di Jawa Tengah berinisial S belakangnya O dengan huruf kedua O dan selanjutnya L, pasti pada gak tau deh (pentingkah?) Ketika sudah malam, di hotel saya nonton tv yang tadinya menayangkan Warkop DKI (gak usah ngecakin deh, daripada sinetron?) lalu diganti channelnya ke tayangan film asing bertema perang salib.

Bukan perang salib yang mau saya bahas-meskipun saya tahu itu menarik-tp breaking news yang memotong tayangan film itu.

"Sekelompok warga bentrok dengan supporter Persita di Jalan Tol Jakarta-Merak."
Dalam liputan yang singkat itu dipertontonkan adegan bocah remaja usia belasan yang jumlahnya mewakili orang sekampung, dilempari-atau melempari, tidak jelas- dengan kelompok remaja lainnya yang berlaga dalam nuansa kostum ungu.
Adegan berikutnya pun tidak kalah ngenesnya, ribuan kendaraan mengantri panjang, sampai puluhan km selama 3 jam.

Yaampun kalo otak cetek saya ini boleh mikir, kenapa sih sampai segitunya? Benarkah rasa cinta yang berlebihan terhadap sesuatu akan menimbulkan kekacauan yang sebegitu lebaynya? Mungkin mereka hanya tidak tahu apa yang mereka lakukan, mungkin. Yang mereka tahu hanyalah, mereka sedang membela apa yang mereka yakini, dan mereka membenarkan itu. Atas nama kebebasan.

Saya pikir kenyataan yang menyedihkan ini tidak kurang dari ceteknya pendidikan moral. Memang, remaja konon katanya (sakitnya karna diguna-gunaaa, dengan segelas air putih.. eitt out of topic lg) masih disetir oleh gejolak emosi. Salahkan saja masa pubertas, salahkan saja emosi, salahkan saja "saya tadi khilaf". Kan enak ada kata "maaf" dan "khilaf". Salah dikit, tinggal bilang "sori", salah banyak, tinggal bilang "maaf, gak maksud", nyekek orang tinggal bilang "saya gelap mata, saya tadi khilaf"

Jadi, singkatnya mari kita jadikan "gabut" sebagai kambing hitam. Lho kenapa gabut? Ya, gabut akronim dari gak butuh atau gaji buta. Intinya nganggur, kurang kerjaan.

Kemalasan, yang diraja-rajakan oleh kaum muda sekarang, ternyata bisa jadi kutil yang berbahaya. Karena kurang kerjaan atau malas, jadi nongkrong-nongkrong, ngobrol ngalor ngidul kalo kelamaan berpotensi menciptakan budaya spik doang- no action talk only. Dari nongkrong jadi ngopi, lama-lama ngerokok, bir juga diembat. mabok? Urusan belakangan. Tidak ada sesuatu yang menambah nilai etika, moral, nurani, bahkan intelektual. Tidak ada ruang di otak dan hati kita untuk itu semua dan akhirnya emosi yang menguasai. Slek dikit maunya bener terus, maunya menang, maunya didengerin tapi tidak menciptakan solusi.

Terus emangnya harus apa? Masa belajar?

Yee sempit amat sih dunia lu. Gua aja yang cetek begini bisa mikir dikit. Belajar kan fleksibel. Belajar dgn buka buku dan nulis-nulis mah udah dr jaman kompeni. Apa yang harus kita lakukan adalah, buka mata, hati, telinga.

Sensitiflah, bukan terhadap diri sendiri tp terhadap perasaan orang lain dan lingkungan sekitar. Tetap sadar dan get real. Dunia ini bukan khayalan, khayalan hanya stimulan supaya dunia lebih bergairah. Sadarlah apa yang akan dilakukan. Think twice, think before act, dan banyak slogan lainnya.

Terakhir, barusan saya lihat iklan ketik reg spasi. Benar-benar iklan yang luar biasa bodoh, lebih bodoh lagi yang mengikutinya.

Oiya akhir2 ini posting saya banyak mengkritik karena pengaruh dari seseorang yang rajin mengirimkan notes sejenis dari fb, yang benar2 menginspirasi. Saya yakin orang itu akan membaca posting ini. Thankyou!

Monday, December 21, 2009

Mahameru dan Jayawijaya (sekilas)

gambar berikut adalah track di Mahameru

sedangkan di atas ini adalah puncak Jayawijaya di Papua.
Indah kan? Kapan bisa ke sana ya?
I'll write about this later.

Sunday, December 20, 2009

Social Networking Sekarang

Hooy saya baru bikin twitter lho

Bangga sih pertamanya, saya juga heran kenapa saya jadi pengen ngeksis di dunia maya gini padahal sebelomnya amit-amit blog aja sampe gak keurus gini.
Alasan utamanya adalah:
1. Dibujuk oleh 2 buntelan cantik yang bisa ngomong dan satu sekolah sama saya, Angela Marvella Perwirasari Kadiaman a.k.a Ella dan Edlyn Vania a.k.a Acong, enggak deng Elin maksudnya. Jadi intinya duo El ini membujuk saya bikin twitter biar lebih gampang tukar informasi dan biar saya lebih up to date tiap harinya
2. Karena saya penasaran aja twitter kayak apa
3. Mencari time killer baru selain tidur-tiduran dan bengong di wc

Dan ta-daah saya udah dibikinin oleh buntelan cantik ke-2 yaitu Elindseylohan. Seminggu pertama, seru sih karena berasa ngobrol rame-rame dan bisa bercandaan. Seminggu kedua, ugh isinya curcolan orang semua. Jadi males.
Saya jadi rajin update karena hp blekberak yang menggantikan nokia yang tewas di lobang wc :'( rest in peace, dear.

Lama-lama ter-annoyed juga dan jadi menghapus aplikasi twitter instan di blekberak saya. Gila males banget ngeliat orang update status cuma buat "mau potong poni gak ya?" atau "lagi bosen", so unimportant dude. Maaf ya yang tersinggung, saya bukannya benci tapi seandainya saya boleh bilang, tolong, ini public site.

Ternyata setelah beberapa lama banyak juga yang setuju kalau update yang terlalu sering dan gak penting itu menyebalkan, salah seorang pengguna twitter yang saya follow menampang status "Please dont make too much disturbition by updating unimportant status too often!" bravo, bung!

Terus lagi, update status fb juga kadang-kadang bikin gatel mata. Ngata-ngatain orang di status dengan tujuan supaya si objek status membaca, padahal dia tahu kalo statusnya itu bakal terselip di antara ratusan, bahkan ribuan update status lainnya. Kemungkinan untuk dilihat si "yang dituju" adalah 1000:1, itupun kalau dia membuka fb serajin buang air kecil. Udah gitu, yang paling bikin geli lagi adalah, si penulis status me- like this sendiri statusnya, pede jaya, bu!

Saya juga risih dengan ajang basa-basi atau kenalan di fb atau twitter. Alasan ini yang membuat malas meng-confirm friend request. Saya tipe orang yang lumayan old-fashioned, tidak percaya dengan kenalan di dunia maya, terlalu beresiko.

Terus kenapa saya masih lari-lari di ajang twitteran atau facebookan? Yaa, once you get in, you'll never get out. Bisa saja sih saya tutup semua account saya, tapi DEMI FORMALITAS dan setidaknya tidak menjadi kaum yang awam banget dalam social networking dalam internet, saya pertahankan account saya. Buat asik-asikan aja kata lainnya. Tidak lebih. Saya nulis ini pun sebenarnya saya juga pernah melakukan itu. Fenomena curcol dalam social networking bukan hal yang tidak pernah saya rasakan. Memang itu sebenarnya fungsi sampingan dari social networking tetapi alangkah baiknya apabila tidak mengganggu orang lain (yang sok tahu dan menyebalkan, tidak lupa katronya- seperti saya)

Sunday, November 29, 2009

The Strokes - What Ever Happened? lyrics

I want to be forgotten,
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.

I wanna be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.

Oh dear, is it really all true?
Did they offend us and they want it to sound new?
Top ten ideas for countdown shows...
Whose culture is this and does anybody know?
I wait and tell myself "life ain't chess,"
But no one comes in and yes, you're alone...

You don't miss me, I know.

Oh Tennessee, what did you write?
I come together in the middle of the night.
Oh that's an ending that I can't write, 'cause
I've got you to let me down.

I want to be forgotten,
and I don't want to be reminded.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet.

I want to be beside her.
She wanna be admired.
You say "please don't make this harder."
No, I won't yet...

From the album "Miscellaneous"
copied from www.azlyrics.com

Sunday, October 18, 2009

Pangandaran Beach and Green Canyon





One of the most beautiful site of Indonesia (even though it is not so popular as Bali), located on West Java. Counted as South Coast of java, takes approximately 5 to 6 hours by car from Jakarta.

Hotels are provided along the beach, the qualities are very various. But the views are the same. The atmosphere feels traditional, friendly, soothing and relaxing. Seafood served at its best freshness and taste. Oddly, one of the most popular dish at Pangandaran is Mie Bakso or meat ball noodle, which is a very common dish at Jakarta. You can find Mie bakso nearly every 100 meters.

How about beach activities? First I thought swimming, snorkeling, surfing or other beach activities were allowed around the beach area in front of hotels area. in fact, tourists must cross the sea to find a nice beach area, which is safe enough for beach activities. On the other side of Pangandaran Beach, there is beautiful white sand beach area, covered by protected forest. You can see breathtaking view of vast rocks and high cliffs and sometimes waterfalls. The forest has its own interesting enchants. Monkeys live freely as in their original habitat. Also there are natural caves which have myths about the shapes of the rocks inside it. The biggest pleasure is the beach activities for sure. Enjoy anything you can do in the beach, the sea is clean and quite safe for any beach acyivities. You can meet and greet such colorful fishes by snorkeling. Overall, the rates of accomodation in Pangandaran are relatively cheap instead of other tourist destination in Indonesia such as Bali, Lombok, Manado and others. Just spare extra money for irresistible souvenirs or even ATV riding and bike rentals.

What's more about Pangandaran? Visit Green Canyon. Once again, GREEN CANYON not Grand Canyon. Explore the green river by motor boat and swim against the stream which surrounded by waterfall to challenge your adventurous spirit.

What's so unique about Green Canyon is, the color of the water is quite rare. It is turqouise-greenish but still gorgeously clear, and it may be caused by the algae in the river. To swim through the stream is safe enough because you will guided by experts, so don't worry about drowning or if you can't swim.But still, stay alert and careful while swimming because the life jacket makes you easily swim according to the stream. Even it sounds risky, I can guarantee it would be a great experience to explore Green Canyon. Feel the beauty by yourself!

pictures taken from http://tamasya.wordpress.com/2008/04/17/our-next-trip-green-canyon-indonesia/
Sorry about the picture quality, the real place is hundred times better that these :)

Saturday, September 19, 2009

JAKARTA TRIP 2008


JAKARTA TRIPPOO!
Well this is the story of amazing experience of me and my partners in crime (nyeheheheh)
Getting bored with bold and heavy posts? Now enjoy this!

Started from these crazy creatures' idea:
EXPLORING JAKARTA BY TRANSJAKARTA BUS

Annisa Ferani Arifin
Anissa Indiwara
Amadea Hasian
Maria Andisa Mayangsari
Syalomitha Dimitry Hukom
Devita Rahma Fitria

from just light talks and determination to make that dream comes true (whattheheck), we really did JAKARTA TRIP on March 24th, 2008
We planned to pretend to be such homeless peoples, walking around this crowded and dreadful Jakarta (with the traffic and the hot temperature, actually) without any adult adviser or map, and no extra money (we agreed to bring money under IDR 75.000)

Our meeting point was Indi's crib, located on Panglima Polim.
#1 dumb accident:
andisa: "ndi do you have TIKER? (the "TIKER" I was talking about was our school's magazine "tempat ide dan kreativitas")
indi: "I'm not really sure, let me ask Makmi (her lovely nanny)"
-talked with makmi, then went back to dining room-
indi: "she said better that we use newspaper, tiker (some kind of a rug made from bamboo sheets) is too heavy"
-all proceeded indi's word-
nisa: "ndi, I think you were misunderstood, andisa asked about our school's TIKER, which we can use as guidance for this trip, not for sitting down"
-all laughed until tears ran out-


what was so funny about that accident, Indi's dumb and innocent face.

after other dumbies came, dea, mitha and rahma, we went to Blok M Terminal, caught a bus and were being 'kampoengan' (villager) by got overjoyed using the Transjakarta ticket bus.
That was my-and sort of other dumbies'- first experience transporting by that huge thing with the "Kacang Garuda" icon. It was pretty neat and clean bus, made you enjoy your trip through Jakarta. The traffic myth (which said that Transjakarta Bus will not touched by any traffic jam) was not really accurate, in fact they had their own way- which called Busway.

The first stop, as my lame memory recorded, was Museum Gajah. Unfortunately, that day was Monday and some of museums in Jakarta close on that day, out of our knowledge. Driven by hunger, we were searching for the nearest restaurant, for a meal. So we caught a taxi (note: for 6 dumbies) and arrived at a Plaza (can't remember the name).

Mcd! Our stomach cheered. We spoiled our appetite before continue our trip.
Filled with junks, the dumbies went to Monumen Nasional- Monas, took pictures and went to the top of Monas-where the giant gold stood bravely and confidently without any worry of thieves (who will steal you, anyway)- also met a group of elementary school which on their study tour (cuties!).

After Monas, the next destination was Kota Tua.
But we only entertained our eyes and feet, because once again, it was Monday.
Now we were sure homeless peoples, sleeping around at the terrace of a poetry museum, taking a very short rest.
It felt quite good actually :)

We left Kota Tua and went to home direction.
In Transjakarta Bus, we were discussing about Ragusa and Taman Menteng, which one would be our next stop.
After long discussion, hunger won. We went to Ragusa- treated by rahma, who voted for Ragusa the most.
There was no regret visiting Ragusa Ice Cream- an old fashioned ice cream from Italia (called 'gelato'), the taste was great, tasted like heaven in our mouth.

We agreed to end the trip and went back home.
In front of the terminal, we took a picture of dumbies-with exhausted faces- and a balloon as a dramatical effect, made we seemed like real homeless dumbies.

Hope the next Jakarta Trip- or other city in Indonesia trip.

Sunday, August 16, 2009

Thank God I'm Alive

Ini adalah salinan (dengan sedikiiit perubahan) dari artikel yang pernah saya tulis di majalah sekolah saya sewaktu SMP (KERTAS PL). Gak tau kenapa lagi pengen jadi tukang pamer (is that a crime anyway?)

Thank God I'm Alive
copyright Kertas PL 2008 edisi II "Toleransi Beragama"

Pernah gak sih ngerasa hidup lo kosong, gak ada artinya, ngebosenin dan akhirnya bikin lo males? Pasti pernah, semua orang pernah. Gak aneh kok, itu manusiawi. Kadang itu terjadi karena kita gak menyadari apa yang kita punya dalam hidup ini. Maka dari itu, coba deh liat sekitar kita. Many things we can find around us, and the best fact is, they're FREE!

1. Napas
Setiap kali kita takut, nangis karena sedih, nangis karena marah, ato nangis karena nyincang bombay (apa sih loo-red) sadar gak sadar kita selalu narik napas dalem-dalem. Dan beberapa saat kemudian, kita bakal ngerasa lebih baik. Yap, napas, selain hal vital yang menjaga kita tetep hidup, napas bisa meredakan tekanan kita. Napas kita gak bakal ada abis-abisnya. Nah kerasa gak sih, hal yang sedemikian sepele berarti besar banget? Hargailah napas. Tanpa napas, kita gak bisa apa-apa.

2. Sinar Matahari
Pagi-pagi, pas musim semesteran, kita pasti belajar di depan kelas. Buat yang kelasnya menghadap matahari, pasti kerasa banget sengatan sinar matahari. Mungkin lo bakal ngedumel tentang panasnya yang bikin gerah ato sunblock lo luntur. Coba sekali-kali, rasakan sinar itu, jangan dipikir panas, pikirkan bahwa itu baik buat lo. Tutup mata lo dan syukuri bahwa lo masih bisa ngerasain hangatnya matahari, daripada hari itu hujan. Dan lo gak bakal mikir kalo matahari itu cuma bisa bikin kita dehidrasi, tapi juga ngasih kehidupan.

3. Teman
Teman itu gratis, man. Hebat kan? Di luar orang membayar orang lain untuk melakukan sesuatu untuk dirinya, sementara kita bisa ketawa dan berbagi segalanya dengan teman secara cuma-cuma. Kalo lo susah, beban lo bisa dibagi-bagi jadi gak kerasa berat lagi, kalo lo senang, ada orang yang mau ikut senang buat lo. Teman itu, partner dalam hidup. Teman itu yang ketawa bahkan saat lawakan lo garing banget. Pacar tuh boleh sementara, tapi teman untuk selamanya. Gak ada kalimat, "Iya dia temen gua, dulu".

4. Orangtua
Siapa yang bayarin sekolah lo? Siapa yang bakal ngasih lo makan? Siapa yang ngebeliin kebutuhan lo, meskipun kadang gak penting? Kalo gak ada orangtua kita gak akan ada di sini, kawan. Tapi sering banget kita gak ngehargain mereka. Boong kalo kita bilang kita gak pernah maki orangtua meskipun dalam hati. Sedikit kesalahan mereka aja bagi kita udah kesalahan yang fatal banget. Biar kata bokap nyokap suka katro, tapi berbanggalah dan cintailah mereka. Love them as deep as they love you.

5. Mimpi
Nah ini dia... Hal paling menyenangkan di muka bumi ini adalah mimpi. Gimana enggak? Lo cuma butuh tempat yang pewe buat ngayal ato tidur. Yang penting cuma daya imajinasi lo. Apapun yang lo mau bakal terkabul 100%-dalam mimpi. Lo pengen punya pacar seganteng Orlando Bloom, ato seseksi Angelina Jolie (ato Julia Perez maybe?), silahkan! Semuanya ada di mimpi lo, selamat bermimpi!

6. Lo
Enggak ini bukan lo mie ato susu hi-lo (jayus abis anda-red [iya gua tau-red2]). Ini tentang lo, ya lo , kamu , anda, kau, engkau, dikau apalah itu. Intinya diri lo itu diciptakan secara gratis. Lo gak bayar untuk membuat diri lo lengkap, cantik atau ganteng, berbakat, bahkan berakal budi. Jadi mulai sekarang gak ada alasan untuk minder. Wajar kalo lo kadang gak puas ama diri lo sendiri, wong lo itu dicetak dan beredar secara gratis kok, barang gratisan kan gak ada yang sempurna. Tapi bukan maksudnya untuk ngerendahin gitu. Lo harus berterimakasih dan menerima semua dalam diri lo apa adanya.

nah liat kan? Hidup itu fair. Kita boleh mengeluh ato bernelangsa-ria (alah bahasa lo-red), tapi gantinya, The Big Boss di atas udah ngasih hal yang sepadan dengan rintangan yang kita hadapi. Mulai saat ini, hiduplah dengan penuh rasa syukur, dan hidup lo bakal jauh lebih berarti**

Saturday, August 1, 2009

Sort of my Family Members

Hmm ya ya kalo dipikir-pikir kata itu yang paling dekat sama pribadi seseorang
Saya sendiri merasa begitu
Tapi kedekatan itu masih saya rasa kurang sih, ya mungkin perlu waktu untuk memupuk lebih dalam ya.

Hari ini saya buka fb, iseng karena liat adek saya main game online saya betak komputernya jadi keterusan online.
Saya buka profile temen-temen yang deket tapi suka luput dari mata (payah banget deh ah), terus saya sampe di profilenya Dimas Adiprasetyo, sepupu saya tergahul dan tersayang. Anak ini bisa dibilang selenge'an tapi juga nyeni banget.

Emang seniman tu sableng semua kali ya

But the point is, saya buka link deviant art nya (dimasprasetyo.deviantart.com/) dan, wow he's got real talent.

Semua orang ada plus minusnya


yah dan sekarang kakak saya bakal berangkat ke Bandung untuk melanjutkan kuliah di FTMD-ITB.
Hmm banyak yang saya sesali sebenarnya.
Saya belum benar-benar menjadi adik perempuan yang baik pada waktu kami bisa bertemu setiap hari.
Ignatius Yudki Utama, pribadi yang saya kagumi dan saya benci terkadang.
Kagum karena ketangguhan dan keuletannya, wibawa dan kharismanya.
Benci karena saya tak bisa ungkapkan kekaguman itu, cuma ditumpahkan di blog ini (hahaha sediiih :'( )dan saya jarang sentuh hatinya.

Saya ingat dia tes di universitas negeri dan belum dapat kesempatan diterima. Setiap dia mau berangkat tes saya enggan menyemangatinya.
Sewaktu mau tes ITB, saya berangkat sekolah bareng dia. Sebelum turun, saya mengumpulkan keberanian ngomong, "Mas, goodluck ya tesnya."

Ternyata keterima tuh di ITB.

Bukannya GR tapi ya saya ucapkan dengan sungguh-sungguh goodluck nya, jadi berpengaruh kali ya. hahahaha

Well, today he'll move away to Bandung. I wish him once more goodluck and I'll always wish you so.

"Mas, goodluck ya di Bandung dan seterusnya. I love you"