Monday, March 15, 2010

Remember These?

not to mention that I didn't move on, just a flashback, bring that old laughs up

Lidi- panjang, asin, seceng

Teriyaki- rebutan, kenyang, 7 ribu sampe ceban tapi tetep setia

Nyak- fresh, unik, orisinalitas PL 44, bu dewi

Kedai PL Cup- korup, rame, enak, praktis, minyak tumpah kemana-mana

Cabut- asik, ngilangin bosen, KERJA!!!

Hamburger- tumpang tidih, 10 tingkat- sekelas juga sikaat, men only, ribut, rame

Aula- kejar-kejaran, matras, gitar, makan, gossiiipp

Lapas- bola, basket, tribun, lapangan rumput, jogging track

PL CUP X- nangis, stress, ketawa, bangga, menang, kalah, ID Card, maroon- abu abu, closing, pelukan :’)

Toilet- ngaca, pipis, boker dan lain-lain, “petasan”…

Ujian praktek- grogi, stress, gak bosen, jadwal gak tetap, or, seni, musikalisasi, story telling

17an- lomba, tarik tambang!, merah putih, upacara, paskibra, belut lepas

Bel sekolah- annoying, Padamu Negeri, Sayonara

Peltam- selasa-kamis, pulang sore, nongkrong sampe sepi, masuk telat karna makan

Indomie- murah, kenyang, praktis, cepet, gak sehat

Soto heri doni- bacot tapi sotonya enak, daging atau ayam, bisa ngutang hehehe

Ujang- jesus (jeruk susu), estee, blewah, bisa ngutang juga, ngasih kembalian seenak jidat

To Do List

- latian nyari duit sendiri
- rapiin kamar
- forgiving myself
- menyelesaikan to do list sebelumnya
- menyelesaikan "itu"
- jadi cewek yang sebenarnya

- forgiving him and his faith

Pantai Natsepa

http://fc00.deviantart.com/fs45/i/2009/088/8/4/natsepa_beach__by_kLvinphotography.jpg
source: http://fc00.deviantart.com/fs45/i/2009/088/8/4/natsepa_beach__by_kLvinphotography.jpg

PHEW what an ocean!
Natsepa beach is located in Ambon, Moluccas. Its clear water, according to the locals, can heal sort of diseases such as influenza, fever, or skin disease. If we sink ourselves in the sea about 1 hour then the the stream will take over the illness.

Natsepa is on the edge of Suli Village, Salahutu, Central Moluccas. To reach Natsepa, just head to Terminal Besar and choose the route to Suli with only Rp 5.000. The journey takes about 30 minutes. However, personal transportation will only take 20 minutes on the road.

Visitors can do sunbathing or just chilling out there. The wave is never too high so swimming is definitely allowed. Either way, visitors can ride a boat for 10-15 minutes go around Natsepa beach. Never feel worried about the fees or accommodation, Natsepa is designed for a casual vacation.

Don't leave Ambon without tasting "Rujak", pieces of mixed exotic fruits with spicy peanut sauce. A perfect match with the hot beach! Snacks also sold around Natsepa, such as sweet potato, fried cassava or banana. For a big meal, enjoy seafood fresh from the sea, the price can be down to Rp 5.000/ fish!

Natsepa would be a perfect refreshment, especially for citizens who never get a peaceful rest. Pull out the routines and get ready to enjoy a great experience!

Wednesday, February 24, 2010

2 am

ternyata, lebih penting punya rasa nyaman dalam diri seseorang
daripada punya semuanya.

Sudah sekitar 7 bulan saya bisa berbangga diri disebut anak SMA
Awal-awal emang semangat, tapi terus menciut-ciut-ciut akhirnya kempes
Banyak hal yang ingin saya kejar, terutama akademis
doktrin kaku yang tertanam di benak saya adalah:

SMA cuma bentar, 3 tahun, abis itu kuliah
kalo SMA aja jeblok, mau ke mana neng?
Lampu merah udah penuh


namun makin ke sini, ternyata tambah rumit
bertahan di SMA, nggak semudah dan sesimpel itu
lirik kanan-lirik kiri, puas punya nilai bagus doang?

masih mencari arah, masih tersesat
masih cengo, ngeblank
otaknya skip banget nih lama-lama syntax error

ipa= ilmu pengetahuan akuntansi
ips= ilmu pengetahuan sains

jangan gebukin saya, itu lawakannya Elin lho

Tuesday, February 2, 2010

The Invention of Lying

What if the whole world can only tell the truth?

http://gaviano.files.wordpress.com/2009/10/the-invention-of-lying-movie-poster.jpg

Yak film ini memang menggambarkan dunia tanpa kebohongan, semua orang bisa ngomong jujur apa adanya. Dan enggak ada kata "bohong" di dalam kamus mana pun.

Mark Bellison (diperankan oleh Ricky Gervais) adalah orang pertama yang bisa berbohong, kejadiannya saat dia mau ambil uang di bank untuk bayar sewa apartemen. Tadinya dia cuma punya 300 dollar tapi entah apa di otaknya membuat dia bilang bahwa ada 800 dollar di rekeningnya. Ajaibnya, si teller bank mengiyakan dan waktu dicek di komputer, dia bilang ada kesalahan teknis. Dapet deh itu 800 dollar buat bayar sewa.

Setelah itu di makin rajin bohong, but only the white lies. Kebohongan terbesarnya adalah, "After you die, you will go to the most wonderful place ever, where you can meet all whom you love and be young again" kepada ibunya yang udah sekarat. Si ibu percaya dan akhirnya dia meninggal dengan tenang.

Setelah itu, ternyata omongannya tentang afterlife itu tersebar sampai luas sebagai pelopor orang yang tahu tentang afterlife. Tentu saja dalam konteks ini nggak dikenal surga atau neraka.

Pada akhirnya si Mark Bellison ini jadi kaya dan hidupnya berubah, tapi yang gak berubah cuma satu yaitu lovelifenya.

Film ini happy ending kok, lumayan lucu dan nilai moralnya tinggi. The truth is not always good, but lies make it better. Itu yang saya tangkap dari film ini. Humornya lumayan karena, bayangin aja, semua orang gak bisa boong, ditanya apapun pasti jawabnya jujur. Ironis ya, saking banyak kebohongan dalam hidup kita, jujur itu jadi sesuatu yang cukup rare untuk jadi tontonan.

New Header

heeyy long time no blogging!

fyi, header di atas adalah bikinan seorang mahkluk kreatif berkacamata dan namanya di dunia maya adalah gluethegloom. Lucu kan ya namanya? emang kreatif tuh orang. buktinya buku geografinya dia aja udah bikin gua jatuh cinta setengah mati karena terlalu menghibur dan akhirnya sukses membuat gluethegloom jadi tumbal dimarahin tompel radar (ups curcol)

so, thankies gluethegloom!

Monday, December 28, 2009

Tulisan Untuk Membunuh Waktu

Barusan saya nonton tv

Saya tengah liburan di suatu kota di Jawa Tengah berinisial S belakangnya O dengan huruf kedua O dan selanjutnya L, pasti pada gak tau deh (pentingkah?) Ketika sudah malam, di hotel saya nonton tv yang tadinya menayangkan Warkop DKI (gak usah ngecakin deh, daripada sinetron?) lalu diganti channelnya ke tayangan film asing bertema perang salib.

Bukan perang salib yang mau saya bahas-meskipun saya tahu itu menarik-tp breaking news yang memotong tayangan film itu.

"Sekelompok warga bentrok dengan supporter Persita di Jalan Tol Jakarta-Merak."
Dalam liputan yang singkat itu dipertontonkan adegan bocah remaja usia belasan yang jumlahnya mewakili orang sekampung, dilempari-atau melempari, tidak jelas- dengan kelompok remaja lainnya yang berlaga dalam nuansa kostum ungu.
Adegan berikutnya pun tidak kalah ngenesnya, ribuan kendaraan mengantri panjang, sampai puluhan km selama 3 jam.

Yaampun kalo otak cetek saya ini boleh mikir, kenapa sih sampai segitunya? Benarkah rasa cinta yang berlebihan terhadap sesuatu akan menimbulkan kekacauan yang sebegitu lebaynya? Mungkin mereka hanya tidak tahu apa yang mereka lakukan, mungkin. Yang mereka tahu hanyalah, mereka sedang membela apa yang mereka yakini, dan mereka membenarkan itu. Atas nama kebebasan.

Saya pikir kenyataan yang menyedihkan ini tidak kurang dari ceteknya pendidikan moral. Memang, remaja konon katanya (sakitnya karna diguna-gunaaa, dengan segelas air putih.. eitt out of topic lg) masih disetir oleh gejolak emosi. Salahkan saja masa pubertas, salahkan saja emosi, salahkan saja "saya tadi khilaf". Kan enak ada kata "maaf" dan "khilaf". Salah dikit, tinggal bilang "sori", salah banyak, tinggal bilang "maaf, gak maksud", nyekek orang tinggal bilang "saya gelap mata, saya tadi khilaf"

Jadi, singkatnya mari kita jadikan "gabut" sebagai kambing hitam. Lho kenapa gabut? Ya, gabut akronim dari gak butuh atau gaji buta. Intinya nganggur, kurang kerjaan.

Kemalasan, yang diraja-rajakan oleh kaum muda sekarang, ternyata bisa jadi kutil yang berbahaya. Karena kurang kerjaan atau malas, jadi nongkrong-nongkrong, ngobrol ngalor ngidul kalo kelamaan berpotensi menciptakan budaya spik doang- no action talk only. Dari nongkrong jadi ngopi, lama-lama ngerokok, bir juga diembat. mabok? Urusan belakangan. Tidak ada sesuatu yang menambah nilai etika, moral, nurani, bahkan intelektual. Tidak ada ruang di otak dan hati kita untuk itu semua dan akhirnya emosi yang menguasai. Slek dikit maunya bener terus, maunya menang, maunya didengerin tapi tidak menciptakan solusi.

Terus emangnya harus apa? Masa belajar?

Yee sempit amat sih dunia lu. Gua aja yang cetek begini bisa mikir dikit. Belajar kan fleksibel. Belajar dgn buka buku dan nulis-nulis mah udah dr jaman kompeni. Apa yang harus kita lakukan adalah, buka mata, hati, telinga.

Sensitiflah, bukan terhadap diri sendiri tp terhadap perasaan orang lain dan lingkungan sekitar. Tetap sadar dan get real. Dunia ini bukan khayalan, khayalan hanya stimulan supaya dunia lebih bergairah. Sadarlah apa yang akan dilakukan. Think twice, think before act, dan banyak slogan lainnya.

Terakhir, barusan saya lihat iklan ketik reg spasi. Benar-benar iklan yang luar biasa bodoh, lebih bodoh lagi yang mengikutinya.

Oiya akhir2 ini posting saya banyak mengkritik karena pengaruh dari seseorang yang rajin mengirimkan notes sejenis dari fb, yang benar2 menginspirasi. Saya yakin orang itu akan membaca posting ini. Thankyou!